Dari Sebuah Catatan Untuk Berbagi Dan Mencoba Dalam Mengetahui Suatu Arti Dan Makna Yang Di Cari Di Info Dan Pengertian Para Ahli

Pengertian Dan Jenis-Jenis Laba Menurut Ahli

Pengertian Dan Jenis-Jenis Laba 
Laba (earning/profit) merupakan suatu kata yang sangat populer di kalangan dunia bisnis, sebagai salah satu ukuran yang sangat penting dalam menilai kinerja keuangan sebuah perusahaan. Jika ditelusuri lebih jauh, sebenarnya terdapat beberapa istiiah laba. Konsep laba yang paling dasar adalah laba ekonomi (economic earnings), yang dijelaskang dalam White, Sondhi, dan Fried (1998:37) sebagai berikut:

In a world of certainty (this would include perfect financial markets), the interrelationship among income, cash flow, and assets is captured by the concept of economic earnings, defined as net cash flow plus the change in market value of the firm's net assets. The market value of the firm's assets in this ceriain world is equal to the present value of their future cash flows discounted at the (risk-free) rater.

Konsep yang sama dijelaskan oleh Scott (2000:13) sebagai accounting under ideal conditions, dan laba ekonomi dicari dengan menggunakan percent value model under certainly.

Tetapi pada kenyataannya, laba ekonorni ini tidak dapat diketahui atau sangat sulit diketahui sebab kita hidup di dunia yang penuh ketidakpastian dan berubah. Sehingga laba yang dilaporkan sebenarnya adalah hanya merupakan proxy dari laba ekonomi, hal ini sesuai dengan White, Sondhi, dan Fried (1998:38) sebagai: “In ti1is world of uncertainty, income (however measured) is at best, only a proxy for economic income”.

Sehingga lebih lanjut, para ekonom, akademisi, analis, dan sebagainya, mencoba membuat berbagai definisi mengenai laba untuk dapat menjadi proxy dari laba ekonomi. Sehingga sesuai White, Sondhi, dan Fried (1998:39) dikenai istilah-istilah laba sebagai berikut:
  1. Distributable earnings are defined as the amount of earnings that can be paid out as dividends without changing the value of the firm. This concept is derived from the Hicksian definition of income: The amount that a person can consume during a period of time and be as well off at the end off at the end of that time as at the beginning.
  2. Sustainable income, refers to the level of income that can be maintained in the future given the firm's stock of capital investment (e. g. fixed assets and inventory)
  3. Permanent earnings is used be analysts for valuation purposes. It is the amount that can be normally earned given the firm’s assets and equals the market value of those assets times the firm's required rate of return. Similar to economic earnings, it is the base to which a multiple applied to arrive at a "fair price". Normalized earnings and eanings power are similar concepts.
  4. Accounting income is measured using the accrual concept and provides information about the ability of the enterprise to generate future cash flows. It is not, a priori, equivalent to any of the definitions discussed earlier
White, Sondhi, dan Fried (1996:40) menyebutkan persamaan dan perbedaan laba ekonomi dengan laba akuntansi (accounting income) sebagai berikut:
"Accounting and economic income both define income as the sum of cash flows and changes in net assets. However, in financial reporting, the determination of" :
  1. Which cash flows are included in income and when
  2. Which changes in assets values are included in income 
  3. How and when the selected changes in asset values are measured.
Is based on accounting rules and principles that make up generally accepted accounting principles (GAAP). With a few exceptions, the accounting process only recognized value changes arising from actual transactions.

Accounting income represents a selective recognition of both current period actual cash flows and changes in assets values,.. .. The selected period "best' indicates the firm's present and continuing ability to generate future cash flows.

Konsep akrual (accrual) diyakini merupakan ukuran yang lebih baik dibandingkan dengan pengukuran dengan konsep arus kas murni, sebab mempunyai persistensi (persistence) Iebih baik dan terdapat earning power (kemampuan perusahaan untuk menciptakan laba dan meningkatkan nilai bersih perusahaan) sehingga laba dapat menjadi predictor laba masa depan (mempunyai predictive value).

Pelaporan keuangan menghadapi dua pilihan sulit (trade-off), antara relevan (relevance) dan reliability. Akuntansi dengan menggunakan nilai historis dapat reliable sebab nilai yang muncul dapat dipertanggungjawabkan, tetapi besar kemungkinan tidak relevan.

Laporan Laba Rugi menghasilkan suatu nilai laba (earnings). Perlu diingat bahwa nilai laba secara benar (true economic value) tidak pernah ada, sebab kompleksitas perubahan dalam lingkungan ekonomi, sehingga sulit sekali bahkan hampir tidak mungkin untuk mencerminkan seluruh operasi suatu entitas dalam sebuah periode (tahun, bulan, dan sebagainya) ke dalam sebuah nilai laba.

Untuk mengukur prestasi perusahaan atau tingkat kemampuan, maka analisa memperoleh laba merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para manajer, pada prinsipnya bahwa setiap perusahaan menginginkan suatu potensi yang baik sehingga memberikan pendapatan sampai sejauh mana hasil yang diperoleh dan bunga dengan harta. Analisa risiko dalam memperoleh laba juga akan keuntungan dapat dilihat setelah membandingkan pendapatan bersih setelah pajak dan bunga dengan harta. Laba suatu rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan sejumlah modal tertentu, selain itu rasio tersebut dapat memberikan gambaran tentang kontrol perusahaan dalam pengambilan keputusan keuangan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Dan Jenis-Jenis Laba Menurut Ahli

0 komentar:

Poskan Komentar