Dari Sebuah Catatan Untuk Berbagi Dan Mencoba Dalam Mengetahui Suatu Arti Dan Makna Yang Di Cari Di Info Dan Pengertian Para Ahli

Pengertian Satelite Menurut Ahli

Pengertian Satelite Menurut Ahlinya
Satelite adalah alat elektronik yang mengorbit bumi yang mampu bertahan sendiri. Bisa diartikan sebagai repeater yang berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya yang merupakan lokasi stasiun bumi tujuan atau penerima. Dalam komunikasi GEO ( merupakan sistem komunikasi satelite yang paling banyak) posisi satelite adalah sekitar 36.000 km di atas bumi.

Satelit adalah suatu station relay. Satelit menerima pada satu frekuensi, memperkuat atau mengulang sinyal dan transmit pd frekuensi lain. Memerlukan orbit geo-stationary, tinggi 35,784 km (William Stallings, Data and Computer Communications 7th Edition).

Suatu satelite yang diletakkan di orbit tetap sejauh 30320 kilometer di atas permukaan bumi dapat menjangkau sekitar 40% dari seluruh permukaan bumi. Dua buah satelite dapat menjangkau lebih separoh permukaan bumi dan tiga buah staelite dapat menjangkau semua permukaan bumi (Komunikasi Data dan Jaringan Komputer).

Pengaplikasian satelit pada khususnya telah digunakan oleh banyak organisasi. Pasar internasional telah dikuasai oleh Intelsat (International Teleommunication Satellite Organization). Intelsat adalah gabungan perusahaan satelit internasional. Perusahaan yang serupa dengan Intelsat adalah Comsat (Communications Satellite Corporation), namun Comsat dilengkapi dengan jangkauannya yang lebih luas. Ada pula Inmarsat (International Maritime Satellite Organization) yang menggunakan satelit untuk berkomunikasi dengan kapal-kapal yang sedang berada di laut, untuk pengeboran minyak, dan untuk mendeteksi daratan (Elsa Y .A, 2008). 

Satelit juga digunakan oleh perusahaan dalam teleports untuk mengirim data yang sedemikian banyak jumlahnya. Selain itu satelit juga digunakan dalam industri penyiaran dan televisi kabel. Dalam remote sensing juga dibutuhkan peran utama satelit. Remote sensing dirancang untuk mengenali dan mendeteksi bumi, seperti bencana alam badai, perubahan ekologi, dan lain-lain. Para jurnalis atau para pencari berita dapat dengan mudah mendapatkan berita secara langsung melalui satelit dan dapat langsung juga mneyiarkannya kepada public. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijaksanaan agar satelit tidak disalahgunakan dan penggunaannya tidak meresahkan masyarakat. 

Transmisi satelite memiliki dua keunggulan dibandingkan transmisi {terestrial}, yaitu :
1. Biayanya sama, baik itu dua atau duajuta sambungan (downlink) yang menerima informasi yang disiarkan. 
2. Tidak memerlukan investasi prasarana kabel yang banyak.

1. Komunikasi Satelite
Komunikasi Satelite ini digunakan untuk komunikasi jarak jauh atau antar benua. Dimana untuk menghubungkannya diperlukan teknologi satelite. Satelite dikategorikan berdasarkan tipe orbitnya. Ada empat tipe orbit dari satelite, yaitu:
- Geostationary orbit (GEO)
- Highly elliptical orbit
- Low earth orbit (LEO)
- Medium earth orbit (MEO)

Gambar  Komunikasi Satelit

Komunikasi satelite menggunakan frekuensi / band. Untuk menghubungi site yang lain, bisa dilakukan dengan Very Small Aperture Terminal (VSAT). VSAT adalah stasiun bumi 2 arah dengan antena parabola dengan diameter sekitar 3 – 10 meter.

Satellite Point to Point Link

Satellite Broadcast Link

2. Sistem Komunikasi Satelite 
Sistem komunikasi satellite di bagi 2 antara lain yaitu :
1. Space Segment (atau paling mudahnya satelite itu sendiri).

Yang perlu di ketahui mungkin Orbitnya seperti Geostationer (36000Km), Meostasioner (9000-10000Km), Leostationer (1000-2000Km). Lalu frekuensi-frekuensi kerja di Satelit C-Band,Extended C-Band,Ku-Band dan L-Band. Dimana untuk C-Band frekuensi kerja untuk Downlink=3700-4200Mhz dan Uplink=Frekuensi Downlink+2225. Bandwith 500Mhz. Sedangkan L-Band frekuensi Downlink 950-1750Mhz dan Uplink=Frekuensi Downlink+2225. Dalam satelit terdiri dari beberapa Transponder atau Channel contohnya untuk Palapa adalah 24 Transponder di bagi atas 12 Polarisasi Vertikal dan 12 Polarisasi Horinsontal.

2. Ground Segment (lebih mudahnya adalah antenna penerima / pemancar di Bumi).
Ground Segment ini di bagi lagi atas Out Door Unit (ODU) dan In Door Unit (IDU) :
• ODU terdiri atas beberapa perangkat seperti Antenna, FeedHorn, LNA, BUC, Converter, SSPA, Main Supply, LNB 
• IDU terdiri atas beberapa perangkat seperti Modem, Inverter, Rectifier, Baterai.

3. Kelebihan dan Kekurangan Satelite

Kelebihan Media Satelite, yaitu :
1. Koneksi dimana saja. Tidak perlu LOS (Line of Sigth) dan tidak ada masalah dengan jarak,
2. Jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global,
3. Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding teresterial,
4. Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting,
5. Kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth lebar,
6. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelite,
7. Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar,
8. Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router dengan keandalannya mendekati 100%,
9. Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.

Kekurangan Media Satelite, yaitu :
1. Besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelite geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangka sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang,
2. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelite adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelite dan kembali ke bumi. Satelite geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
3. Sangat sensitif cuaca dan Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan.
4. Rawan sambaran petir gledek

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Satelite Menurut Ahli

0 komentar:

Poskan Komentar