Dari Sebuah Catatan Untuk Berbagi Dan Mencoba Dalam Mengetahui Suatu Arti Dan Makna Yang Di Cari Di Info Dan Pengertian Para Ahli

Pengertian Dan Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli

Pengertian Dan Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli
Menurut Rama dan Jones (2008, p6), sistem informasi akuntansi itu adalah suatu sub sistem dari sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, juga informasi lain yang diperoleh dari pengelohan rutin atas transaksi akuntansi

Menurut Cushing yang dikutip oleh Bardiwan (2008, p3), sistem informasi akuntansi adalah suatu set sumberdaya manusia dan modal dalam suatu organisasi yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data transaksi.

Dapat disimpulkan pula bahwa sistem informasi akuntansi adalah sistem yang mengumpulkan data dan mengubah data tersebut menjadi informasi keuangan untuk kemudia dijadikan laporan keuangan yang diberikan kepada manajer dan pihak luar yang membutuhkannya.

Komponen Sistem Informasi
Menurut Krismiaji (2010,p16-17), menyatakan secara garis besar, sebuah sistem informasi memiliki delapan komponen. Kedelapan komponen tersebut adalah:
1. Tujuan. Setiap sistem informasi dirancang untuk mencapai satu atau lebih tujuan yang memberikan arah bagi sistem tersebut secara keseluruhan.
2. Input. Data input harus dikumpulkan dan dimasukkan sebagai input kedalam sistem, sebagian besar input berupa data transaksi.
3. Output. Informasi yang dihasilkan oleh sebuah sistem disebut output. Output dalam sebuah sistem informasi akuntansi biasanya berupa laporan keuangan dan laporan internal seperti daftar umur piutang, anggaran, dan proyeksi arus kas.
4. Penyimpan data. Data sering disimpan untuk dipakai lagi dimasa mendatang. Data yang tersimpan ini harus diperbaharui (updated) untuk menjaga keterkinian data.
5. Pemroes. Data harus diproses untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan komponen pemroses. Saat ini sebagian besar perusahaan mengolah datanya dengan menggunakan komputer, agar dapat dihsilkan informasi secara tepat dan akurat.
6. Instruksi dan prosedur. Sistem informasi tidak dapat memproses data untu menghasilkan informasi tanpa instruksi dan prosedur rinci. Peangkat lunak (program) komputer dibuat untuk mengnstruksikan komputer melakukan pengolahan data. Instruksi dan prosedur untuk para pemakai komputer biasanya dirangkum dalam sebuah buku yang disebut buku pedoman prosedur.
7. Pemakai. Orang yang berinteraksi dengan sistem dan menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem disebut dengan pemakai. Dalam perusahaan, pengertian pemakai termasuk didalamnya adalah karyawan yang melaksanakan dan mencatat transaksi dan karyawan yang mengola dan mengendalikan sistem.
8. Pengamanan dan pengawasan. Informasi yang dihasilkan oleh sebuah sistem informasi harus akurat, bebas dari berbagai kesalahan, dan terlindungi dari akses secara tidak sah. Untuk mencapai kualitas informasi semacam itu, makasistem pengamanan dan pengawasan harus dibuat melekat pada sistem.

Menurut Mardi (2011 ,p8), kegiatan SIA terdiri atas bebarapa unsur penting, yaitu pelaku (orang) yang bertindak sebagai operator sistem atau orang yang mengendalikan dan melaksanakan berbagai fungsi. Prosedur, baik manual maupun yang terotorisasi, yang dalam kegiatan mengumpulkan, memproses, meyimpan data tentang aktivitas bisnis perusahaan. Perangkat lunak (software) dipakai untuk mengolah data perusahaan. Keberadaan perangkat komputer, alat pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan merupakan infrastruktur teknologi informasi. 

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Gondodiyoto (2007, p124), SIA memiliki tujuan atau manfaat sebagai berikut :
1. Untuk melakukan pencatatan (recording) transaksi dengan biaya klerikal seminimal mungkin dan menyediakan informasi bagi pihak intern untuk pengelolaan kegiatan usaha serta para pihak terkait (Stock holder or stake holder).
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
3. Untuk menerapkan (implementasi) sistem pengendalian intern, memperbaiki kinerja dan tingkat keandalan (reliability). Informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban (akuntanbilitas).
4. Menjaga atau meningkatkan perlindungan kekayaan perusahaan.

Menurut McLeod (2007, p85) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi melaksanakan empat tugas dasar pengolahan data, antara lain pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data dan penyimpanan dokumen. Penjelasannya adalah :

1. Pengumpulan Data
Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

2. Manipulasi Data
Operasi manipulasi data meliputi :
a. Pengklasifikasian. Elemen – elemen data tertentu dalam catatan digunakan sebagai kode.
b. Penyortiran. Catatan – catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lain.
c. Penghitungan operasi aritmatika dan logika dilaksanakan pada elemen – elemen data untuk mengasilkan elemen – elemen data tambahan.
d. Pengikhtisaran. Terdapat begitu banyak data yang perlu disintesis menjadi betuk total, subtotal, rata – rata, danseterusnya.

3. Penyimpanan Data
Data disimpan pada media penyimapanan sekunder dan file dapat diintegrasikan secara logis untuk membentuk suatu database.

4. Penyimpanan Data
SIA menghasilkan output untuk perorangan dan organisasi baik di dalam dan di luar perusahaan, output tersebut dipicu dalam dua cara:
a. Oleh suatu tindakan. Output dihasilkan jika sesuatu terjadi. 
b. Oleh jadwal waktu. Output dihasilkan pada suatu saat tertentu.

Karakteristik Informasi
Untuk menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, maka informasi tersebut harus memiliki beberapa karakteristik. Menurut Romey dan Steinbart yang diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari dan Deny Amos Kwary (2006,p6), karakteristik tersebut meliputi :
1. Reliable (dapat dipercaya) : informasi harus bebas dari kesalaan dan harus akurat dalam mempresentasikan suatu kejadian atau kegiatan dari suatu organisasi. Setiap sistem informasi harus bebas dari kesalahan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, misalnya pada saat mengaplikasikan Sistem Informasi tidak terjadi error.
2. Relevant (cocok atau sesuai) : informasi yang relevant harus memberikan arti atau (berguna) kepada penggunanya. Informasi ini dapat mengurangi ketidak pastian dan bisa meningkatkan nilai dari suatu kepastian.setiap informasi yang dihasilkan Sistem Informasi harus dapat meningkatkan nilaidari suatu kepastian yang dicari oleh user.
3. Timely (tepat waktu) : Informasi yang disajikan tepat wktu pada saat dibutuhkan (tepat waktu) dan bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
4. complete (lengkap) : Informasi yang disajikan lengkap termasuk di dalamnya data – data yang relevant.
5. Understandable (dapat dimengerti) : Informasi yang disajikan hendaknya dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh user.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Dan Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli

0 komentar:

Poskan Komentar