Dari Sebuah Catatan Untuk Berbagi Dan Mencoba Dalam Mengetahui Suatu Arti Dan Makna Yang Di Cari Di Info Dan Pengertian Para Ahli

Pengertian SOC (SENSE OF COMMUNITY )

Pengertian SOC (SENSE OF COMMUNITY ) 
Sense of community (SOC) telah menjadi pusat untuk berhadapan dengan para peneliti untuk beberapa waktu. McMillan dan Chavis (1986) memiliki pandangan dan penelitian yang cukup baik dalam membuat konsep SOC. Mereka menjelaskan SOC terdiri dari empat karakteristik:
  • Perasaan akan keanggotaan: Perasaan akan kepunyaan dan kesamaan dengan komunitas;
  • Perasaan akan mempengaruhi: Perasaan akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komunitas;
  • Penggabungan dan pemenuhan akan kebutuhan: Perasaan didukung oleh yang lainnya dan juga mendukung mereka; dan
  • Berbagi hubungan emotional: Perasaan akan suatu hubungan, berbagi cerita, dan ‘semangat’ akan komunitas tersebut
Banyak peneliti yang menerapkan konsep dari SOC (seperti: García, Giuliani, & Wiesenfeld, 1999; Zaff & Devlin, 1998). Para peneliti yang lain ada juga yang melakukan perubahan dalam pengukuran SOC dengan memvariasikan tingkat keberhasilannya (seperti Burroughs & Eby, 1998; Hughey, Speer, & Peterson, 1999). Peneliti yang lain juga membuat ukuran mereka sendiri untuk mengukur SOC (Royal & Rossi, 1999; Schuster, 1998; Skjæveland, Gärling, & Mæland, 1996). McMillan (1996) pun melakukan sedikit perubahan konsep SOC dengan mencakup lebih ‘semangat’ dan ‘seni’ dari komunitas. Meskipun demikian, pendefinisian oleh McMillan dan Chavis’s dipertimbangkan sebagai yang terkuat. Chipuer and Pretty telah mengkritik hal ini dan peneliti lainnya mengenai konsep definisi dari SOC, tetapi hal ini tidak membuat kekuatan teori dari McMillan dan Chavis mengenai SOC.

Penelitian SOC dalam komunitas yang sesungguhnya belumlah begitu banyak. Akan tetapi, beberapa peneliti pernah melaporkan penemuan yang serupa dengan apa yang pernah dilaporkan dalam SOC secara ‘face to face’. Mereka menjabarkan keberadaan akan:
  • Keanggotaan, daerah perbatasan, kepunyaan dan lambang kelompok (Baym, 1995, 1997; Curtis, 1997; Greer, 2000; Herring, 1999; Kollock & Smith, 1996; Markus, Manville, & Agres, 2000; Phillips, 1996);
  • Pengaruh, dalam hal memaksakan dan menantang norma (Baym, 1997; Kollock & Smith, 1996; Markus, 1994a, 1994b; McLaughlin, 1995; Pliskin, 1997);
  • Pertukaran semangat antara para anggota (Baym, 1995, 1997; Greer, 2000; Preece, 1999; Rheingold, 1993);
  • Berbagi hubungan emotional antara para anggota (Greer, 2000; Preece, 1999; Rheingold, 1993).
Sense of Community
Dalam konteks pemakaian teori komunitas berdasarkan pada wilayah untuk merujuk pada perbedaan yang sangat afektif antara ketetanggaan dan komuntas yang sebenarnya terdapat dalam “sense of community” (SOC). Para peneliti telah menaruh perhatian pada SOC sejak tahun 1960an. Dalam pekerjaan berorganisasi misalnya, SOC telah ditemukan untuk menaikkan kepuasan dalam bekerja dan perilaku berorganisasi, kesetiaan, menjadi warga negara yang baik, mementingkan kepentingan orang lain, serta kesopanan (Burroughs & Eby, 1998). Pada komunitas yang berdasarkan pada kesamaan tempat atau wilayah dan komunitas yang bertemu secara tatap muka yang berdasarkan pada ketertarikan akan sesuatu, SOC memimpin kepuasan serta komitmen dalam asosiasinya dengan keterlibatannya dalam aktifitas komunitas dan fokus pada permasalahan perilaku (McMillan & Chavis, 1986). Pada awalnya, SOC kadang kala hanya dimengerti sebagai akibat dari kehidupan dalam suatu komunitas atau bahkan hanya sebatas definisi dari komunitas itu sendiri (García et al., 1999).

Konsep yang membingungkan ini khususnya dimengerti dalam “komunitas yang bedasarkan pada ketertarikan akan sesuatu” dimana para anggotanya dibagi bukan berdasarkan wilayah tetapi lebih kepada interaksi para anggotanya. masalah dalam definisi ini juga muncul dalam konsep dunia maya yang direfleksikan dalam penerapan yang rendah dari Jones (1997) dalam perbedaan antara penyelesaian dan komunitas atau masyarakat. Dalam hal ini, kita menemukan perbedaan antara pengelompokan social dalam dunia maya dan SOC itu sendiri (yang mungkin tidak akan dikemukakan). Kita mendefinisikan SOC seperti yang dilakukan oleh McMillan dan Chavis (1086, p.9): SOC adalah “perasaan memiliki yang dipunyai oleh para nggota komunitas tersebut, perasaan bahwa anggota kelompok yang lain adalah bagian dari kita sendiri, dan berbagi keyakinan dan kebutuhan antar sesama anggota yang bertemu dalam komitmen mereka untuk bersama-sama atau menjadi satu kesatuan. Kita juga menemukan perbedaan antara SOC sebagai respon afektif dalam suatu kelompok dari perilaku yang dapat diobservasi pada saat SOC itu ada, tetapi tidak akan ditemukan apabila tidak ada SOC.

Masalah pada definisi kedua muncul karena kualitas subjektif dari para pakar yang meneliti SOC mungkin saja adalah ‘sangat dikhususkan dan dibatasi” (Rapley & Pretty, 1999) atau bahkan sangat unik antara satu komunitas dengan komunitas yang lain (Sarason, 1986). Oleh karena itu, komunitas peneliti telah mencari cara-cara yang dapat dipercaya untuk mendeskripsikan manifestasi SOC yang beragam dalam komunitas yang tertentu. Menurut McMillan dan Chavis’ (1986), kerangka deskriptif SOC telah diterima secara luas untuk pembelajaran komunitas yang berdasarkan pada wilayah ataupun komunitas yang berdasarkan pada ketertarikan akan sesuatu hal karena telah berdasarkan teori dan disertai dukungan empiris qualitative. Kerangka ini memiliki empat dimensi :
  • Perasaan keanggotaan : perasaan memiliki dalam komunitas
  • Perasaan keterpengaruhan : perasaan untuk terpengaruh bagi, dan terpengaruh oleh komunitas
  • Integrasi dan pemenuhan kebutuhan : perasaan didukung oleh anggota yang lain selagi kita juga mendukung
  • Berbagi perasaan emosional : perasaan menjalin hubungan, berbagi cerita, berbagi pengalaman dan jiwa dari berkomunitas
Berikut ini merupakan beberapa literatur terdahulu yang membahas mengenai sense of community secara bertatap muka.

Tabel Literatur Terdahulu yang Membahas Sense of Community Tatap Muka
PENELITI & TAHUN PUBLIKASI
TOPIK
McMillan      and
Chavis, 1986
Psychological Sense of Community: Theory of McMillan & Chavis

Elemen-elemen yang diteliti adalah:


- Membership

Merupakan suatu perasaan memiliki terhadap, dan teridentifikasi dengan, sebuah komunitas

- Influence

Merupakan suatu perasaan memiliki pengaruh pada, juga  dipengaruhi oleh, sebuah komunitas

- Integration and Fulfillment of Needs

Merupakan suatu perasaan akan adanya dukungan dari sebuah komunitas, sembari juga mendukung mereka kembali

- Shared Emotional Connection

Merupakan perasaan akan suatu hubungan, kenangan yang disharingkan, serta semangat” suatu komunitas
Mark A. Royal &
Robert  J.  Rossi,
1997
Schools as Communities

Elemen-elemen SOC menurut Anthony Bryk dan Mary Driscoll (1988), sebuah communally-organized school dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

-     A system of shared values

-     Common activities

-     An “ethos of caring” in interpersonal relations

Sedangkan menurut Mary Anne Raywid (1993), ia menggarisbawahi 6 (enam) atribut yang terkandung dalam komunitas sekolah alternative, yaitu:

-     Respect

-     Caring

-     Inclusiveness

-     Trust

-     Empowerment

-     Commitment
Nasar   Julian,
1995
Psychological Sense of Community in The Neighborhood

Elemen-elemen yang diteliti adalah:

- Casual Contacts

- Social Support

- Fear of Crime

- Territoriality

- Community Size
Burroughs     and
Eby, 1998
Psychological Sense of Community at Work

Elemen-elemen yang diteliti adalah:

- Coworker support

- Emotional safety

- Sense of Belonging

- Spiritual Bond

- Team Orientation
Ben Crites, 2006
Clubs Encourage a Sense of Community

Melalui keanggotaan pada berbagai klub (bocce, book clubs, golf outings etc), para penghuni Shipyard, yang terpisah ratusan bahkan ribuan mil jauhnya  dari  sanak  keluarga  dan  orang-orang  tersayangnya,  berpikir bahwa tak hanya persahabatan baru yang mereka ciptakan, tetapi juga komunitas.
Gifford  Pinchot,
1998
A Sense of Community

Sistem sosial manusia dibentuk dari tiga jenis hubungan:

1 Hubungan berdasar atas kekuatan memberi perintah (dominance and submission)

2 Hubungan berdasar atas pertukaran secara sukarela (trading and buying)

3 Hubungan atas  memberi  tanpa  mengharapkan apapun  sebagai balasannya (community)
Muniz,   Jr    and
OGuinn, 2001
Brand Community

Merupakan komunitas tertentu yang mengikat tanpa memperhitungkan keadaan geografis, berdasarkan pada suatu rangkaian hubungan sosial yang terstruktur diantara para pengagum suatu merk tertentu; merupakan komunitas eksklusif karena berpusat pada suatu produk atau layanan yang bermerk.

Elemen-elemen yang diteliti adalah:

- Shared Consciousness

Para  anggota  merasakan  hubungan  yang  erat  berkaitan  dengan  suatu

merk,  tetapi  yang  lebih  penting  adalah  bahwa  mereka  merasakan hubungan yang lebih erat satu dengan yang lainnya.

- Ritual and Traditions

Mewakili proses sosial utama dimana arti sebuah komunitas direproduksi dan disebarkan di dalam maupun di luar komunitas.

- A Sense of Moral Responsibility

Merupakan apa yang kemudian dapat menghasilkan tindakan kolektif dan berkontribusi terhadap meleburnya suatu kelompok
Tim Evans, 2003
Gay Central Indiana Residents Turn to Internet for Sense of Community

Oleh sebab tidak memiliki central point of connection di Indianapolis, banyak penghuni Indiana tengah yang berorientasi gay, lesbian, bisexual dan transgender mulai menggunakan fasilitas Internet guna menemukan orang lain dengan kesamaan minat serta membantu membangun sense of community.

Trish Osborn dan partnernya merupakan satu diantara lebih dari 10,200 partner sesama gender yang tinggal bersama yang terdaftar di Indiana dalam sensus terbaru. Mereka mulai sering mengunjungi mutualfriends.org, sebuah Web site nonprofit didesain menghubungkan orang-orang dengan minat yang sama. Terapis Indianapolis Michele O'Mara, yang mengoperasikan mutualfriends.org, meluncurkan situs tersebut tahun lalu setelah menjumpai adanya kebutuhan atas pekerjaan yang ia lakoni dengan para klien gay dan lesbian.

GayIndy.org merupakan situs lain dimana orang dapat mempelajari lebih banyak tentang komunitas yang bersangkutan. Diresmikan pada tahun
1995, situs tersebut, dianggap sebagai "Central Indiana's Virtual GLBT Community Center," termasuk kolom berita, kalender aktivitas, daftar e- mail, forum diskusi dan sebuah resource directory. Situs tersebut dioperasikan oleh grup nonprofit Diversity Inc.

Beberapa penjelasan literatur yang berkaitan dengan Sense of Community secara tatap muka.

1. Brand Community (Muniz, Jr and O’Guinn, 2001)
Brand Community adalah komunitas tertentu yang mengikat tanpa memperhitungkan keadaan geografis, berdasarkan pada suatu rangkaian hubungan sosial yang terstruktur diantara para pengagum suatu merk tertentu. Komunitas tersebut merupakan komunitas eksklusif karena pusatnya adalah suatu produk atau jasa yang bermerk.

Brand community membentuk suatu kumpulan oleh karena kesamaan minat terhadap suatu merk tertentu. Juga, lingkungan bertetangga, seperti halnya brand community, digambarkan bertentangan satu dengan yang lainnya.

Elemen-elemen yang sudah diteliti adalah sebagai berikut:
1. Shared Consciousness
Para anggota merasakan hubungan yang erat berkaitan dengan suatu merk, tetapi yang lebih penting adalah bahwa mereka merasakan hubungan yang lebih erat antara satu dengan lainnya. Para anggota berasumsi bahwa mereka ‘merasa mengenal satu sama lain’ pada suatu tingkatan tertentu, meskipun mereka belum pernah bertemu sebelumnya.

Elemen Shared Consciousness ditemukan dalam brand community melampaui batasan geografis. Hal ini terlihat jelas dalam pengamatan pada kumpulan komunitas, sebagaimana dalam analisa pada halaman- halaman Web. Brand Community merupakan komunitas yang terbentuk secara abstrak (Anderson, 1983). Para anggota menjadi bagian atas suatu komunitas yang besar, minim tatap muka, namun terbentuk secara mudah.

2. Rituals and Traditions
Elemen Rituals and traditions mewakili proses sosial utama dimana arti sebuah komunitas direproduksi dan disebarkan di dalam maupun di luar komunitas. Beberapa diantaranya tersebar secara jelas dan dimengerti oleh semua anggota komunitas, sementara lainnya lebih terfokus pada asal-usul dan pengaplikasiannya. Elemen Ritual and tradition ini umumnya mengarah pada pengalaman berbagi konsumsi dengan suatu merk. Seluruh brand community yang ditemukan dalam project tersebut memiliki beberapa bentuk ritual atau tradisi. Ritual dan tradisi yang berlangsung dalam brand community bermanfaat untuk mempertahankan budaya komunitas tersebut.

3. A sense of moral responsibility
Elemen Moral responsibility merupakan suatu ‘sense of duty’ terhadap komunitas secara keseluruhan, dan terhadap masng-masing anggota individunya. Tanggung jawab moral ini adalah apa yang menghasilkan tindakan koleksif dan berkontribusi terhadap peleburan kelompok. Tanggung jawab moral sebaiknya tidak dibatasi oleh hukum karena selain berkaitan dengan persoalan hidup dan mati, tetapi lebih pada komitmen sosial yang terjadi sehari-hari. Sistem moral dapat menjadi lunak dan kontekstual

2. Schools as Community (Royal & Rossi, 1997)
Sense of Community yang terbentuk dalam lingkungan sekolah memiliki pengaruh, baik terhadap para karyawan yang bekerja di tempat tersebut maupun para siswa yang berada didalamnya.

Sense of Community yang terjalin secara erat dapat berpengaruh terhadap para staff yang dapat menjadikan semangat juang meningkat, ketidakhadiran guru berkurang, dan para guru lebih puas akan pekerjaan mereka. Pengaruh sense of community tersebut secara tidak langsung juga akan berimbas pada pengembangan sense of community diantara para pelajar, membantu menjadikan diri lebih dewasa dalam hubungan interpersonal mereka masing-masing.

Dari hasil penelitian juga didapat kesimpulan bahwa sekolah yang berkapasitas lebih kecil memiliki keyakinan akan pengembangan komunitas yang lebih baik, serta lebih potensial dalam meningkatkan sense of community diantara para staff dan pelajar ketimbang sekolah yang lingkupnya lebih besar.

Lebih lanjut, pengembangan sense of community yang sehat diperlukan guna mempertahankan kesuksesan jangka panjang atas kegiatan school- improvement.

3. Psychological Sense of Community: Theory of McMillan & Chavis (1986)
Sebagai salah satu peneliti yang menjadikan sense of community (SOC) sebagai subjek penelitiannya, McMillan dan Chavis memiliki pandangan dan penelitian yang cukup baik dalam membuat konsep SOC. Mereka menjelaskan bahwa SOC terdiri dari empat karakteristik:
  • Perasaan akan keanggotaan: Perasaan akan kepunyaan dan kesamaan dengan komunitas;
  • Perasaan akan mempengaruhi: Perasaan akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komunitas;
  • Penggabungan dan pemenuhan akan kebutuhan: Perasaan didukung oleh yang lainnya dan juga mendukung mereka; dan
  • Berbagi hubungan emotional: Perasaan akan suatu hubungan, berbagi cerita, dan ‘semangat’ akan komunitas tersebut
Menurut mereka, kerangka deskriptif SOC tersebut telah diterima secara luas untuk pembelajaran komunitas yang berdasarkan pada wilayah ataupun komunitas yang berdasarkan pada ketertarikan akan sesuatu hal karena telah berdasarkan teori dan disertai dukungan empiris qualitative.

Tabel Beberapa riset terdahulu yang membahas mengenai online Sense of Community
PENELITI & TAHUN PUBLIKASI
TOPIK
Satu   Suvikki   Kyröläinen,
2001
Sense of Community on Virtual Community

Empat faktor penting yang dibahas:

- Reciprocal Improvement

- Basic Trust for Others

- Common Purpose & Similiarity

- Shared History
Brent G. Wilson, 2001
Sense  of  Community  as  a  Valued  Outcome  for  Electronic
Courses, Cohorts, and Programs

Elemen-elemen yang dibahas adalah:

- Belonging

- Trust

- Expected Learning

- Obligation
Alfred P. Rovai, 2002
Building Sense of Community at a Distance

Elemen-elemen classroom community adalah:

-     Spirit

-     Trust

-     Interaction

-     Commonality of Expectation and Goals: Learning

Sedangkan elemen-elemen yang terdapat dalam Learning at a distance adalah:

-     Transactional Distance

-     Social Presence

-     Social Equality

-     Small Group Activities

-     Group Facilitation

-     Teaching Style and Learning Stage

-     Community Size
Anita   L.    Blanchard,   M. Lynne Markus, 2004
The Experienced ”Sense” of a Virtual Community: Characteristics and Processes.

Membahas tentang konsep sense of virtual community dalam sebuah newsgroup yang disebut Multiple Sports Newsgroup (MSN). Demonstrasi awal menemukan bahwa MSN nyatanya memiliki   sense   of   virtual   community   tetapi   dimensinya

Beberapa literatur yang berkaitan dengan sense of community secara online:

1. Sense of Community as a Valued Outcome for Electronic Courses, Cohorts, and Programs (Wilson, 2001)

Sense of Community diantara para pelajar kelihatannya meliputi karakteristik berikut:
a. Belonging; para anggota mengidentifikasi diri dengan kelompoknya dan merasakan suatu sense of buy-in (minimal sedikit) terhadap nilai dan tujuan kelompok yang bersangkutan.
b. Trust; para anggota merasa aman dan terjaga di dalam kelompok dan percaya bahwa umumnya mereka akan bertindak apapun demi kebaikan mereka bersama sebagai satu kesatuan.
c. Expected Learning; para anggota berharap kelompok mereka dapat menciptakan suatu nilai tertentu, khususnya penghargaan atas tujuan pembelajaran mereka.
d. Obligation; para anggota merasakan sebuah desakan moral dan keinginan untuk berpartisipasi dalam kegiatan dan berkontribusi pada tujuan kelompok.

2. Building Sense of Community at a Distance (Rovai, 1997)
Ketika komunitas dipandang sebagai apa yang dilakukan bersama-sama, ketimbang di mana atau dengan cara apa hal tersebut dilakukan, komunitas dipisahkan oleh keadaan geografis, lingkungan fisik, dan kampus. Dimensi komunitas berbeda dari setting yang satu dengan setting lainnya. Satu diantaranya adalah classroom, baik secara fisik maupun virtual.

Berdasarkan atas pengertian diatas, komunitas classroom secara fisik memiliki 4 (empat) dimensi, yaitu:

a. Spirit
Menggambarkan keanggotaan dalam suatu comunitas dan perasaan bersahabat, kohesi, dan ikatan yang terbangun diantara para pelajar dimana mereka berinteraksi satu sama lain dan menantikan untuk dapat menghabiskan waktu bersama-sama.

b. Trust
Merupakan suatu perasaan dimana anggota komunitas dapat dipercaya dan mewakili kesediaan bergantung pada anggota lainnya dalam komunitas dimana salah satunya memiliki kepercayaan.

c. Interaction
Meski bukan merupakan solusi akhir atas pengembangan suatu sense of community, tetapi interaksi antar pelajar termasuk elemen yang esensial. Apabila kita tidak dapat menggalakkan sense of community secara kuantitas, diusahakan interaksi yang terjadi dapat menjadi lebih berkualitas.

d. Commonality of Expectation and Goals: Learning
Menggambarkan komitmen atas suatu tujuan pembelajaran umum dan mengindikasikan perilaku pelajar berkaitan dengan kualitas pembelajaran.

Sedangkan komunitas classroom secara virtual memuat 7 (tujuh) elemen, yaitu:

a. Transactional Distance
Merupakan senggang komunikasi dan psikologis diantara pelajar dan instruktur. Tingkatannya adalah fungsi struktur dan dialog; struktur merupakan banyaknya kendali dilakukan oleh instruktur dalam suatu lingkungan pembelajaran dan berimplikasi untuk meningkatkan jarak psikologis dan mengurangi sense of community. Sedangkan dialog adalah banyaknya kendali yang dilakukan oleh pelajar dan berimplikasi pada berkurangnya jarak psikologis dan meningkatkan sense of community.

b. Social Presence
Kehadiran secara social dalam dunia virtual memiliki kerumitan yang lebih tinggi terhadap kesadaran timbal balik pada suatu individu dan kesadaran individu terhadap orang lain.

c. Social Equality
Instruktur online mesti menyediakan kesempatan partisipasi yang sama pada semua pelajar. Satu teknik untuk mengurangi suasana anonim dan membantu para pelajar terhubung satu dengan lainnya adalah dengan cara si instruktur online meminta semua anggota memperkenalkan diri mereka selama minggu pertama pembelajaran dalam suatu area diskusi yang telah disediakan untuk tujuan ini. Kegiatan semacam itu dapat membantu memelihara etiket dan kesopanan dalam ajang diskusi dan mengembangkan sense of community.

d. Small Group Activities
Memperbanyak kegiatan pembelajaran individual dengan kegiatan kelompok kecil akan mengembangkan sense of community dengan membantu si pelajar terhubung satu sama lainnya.

e. Group Facilitation
Dialog merupakan elemen yang esensial dalam metode pembelajaran online dan usaha fasilitasi ditujukan agar para pelajar terinspirasi untuk berinteraksi satu sama lain.

f. Teaching Style and Learning Stage
Suatu sense of community didukung dalam lingkungan pembelajaran dimana terdapat kesetaraan gaya pengajaran dan tingkat pembelajaran. Self- directed learning sebagai suatu pilihan dalam situasi instruksional. Suatu model pembelajaran self-directed yang bertingkat dimana pelajar berevolusi dari mereka yang tergantung atas tingkatan intermediasi menjadi pelajar yang kemudian menjadi pelajar self-directed yang berfungsi secara penuh.

g. Community Size
Ukuran suatu komunitas dalam lingkungan computer-mediated berpengaruh kuat terhadap kegiatan pembelajaran. Terlalu sedikit anggota hanya menghasilkan sedikit interaksi sedangkan terlalu banyak anggota berakibat suatu sense of overwhelmed. Menakar jumlah yang tepat dalam suatu lingkungan pembelajaran sulit dilakukan mengingat kondisi komunitas adalah situasional dan berbeda content area, instruktur dan pelajarnya sendiri. Namun, delapan hingga sepuluh pelajar merupakan perkiraan yang logis sebagai jumlah yang sesuai guna menghasilkan interaksi yang memadai.

Sense of Virtual Community
SOC belum menjadi focus yang khusus dalam pembelajaran dalam komunitas dunia maya atau virtual. Bagaimana pun juga, bebererapa peneliti komunitas virtual telah mendeskripsikan perilaku-perilaku yang mungkin kita harapakan untuk diteliti pasa saat perasaan dalam komunitas virtual itu muncul (SOVC). Sebagai contoh, penelitian empiris pada komunitas virtual telah menidentifikasi bukti-bukti dalam perilaku-perilaku di bawah ini :
  • Keanggotaan, batasan, kepemilikan dan symbol-simbol kelompok (Baym, 1995, 1997; Curtis, 1997; Greer, 2000; Herring, 1996; Kollock & Smith, 1994; Markus et al., 2000; Phillips, 1996)
  • Pengaruh, dalam hal memaksakan dan menantang norma (Baym, 1997; Kollock & Smith, 1996; Markus, 1994a, 1994b; McLaughlin, 1995; Pliskin, 1997);
  • Pertukaran semangat antara para anggota (Baym, 1995, 1997; Greer, 2000; Preece, 1999; Rheingold, 1993);
  • Berbagi hubungan emotional antara para anggota (Greer, 2000; Preece, 1999; Rheingold, 1993).
Dengan jelas telah membuktikan perilaku objektif kepada pengalaman hidup dalam SOC muncul paling tidak dalam beberapa penyelesaian virtual yang sebenarnya mengalami perasaan yang jelas dalam komunitas virtual yang sejalan atau serupa dengan perasaan komunitas nonvirtual.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian SOC (SENSE OF COMMUNITY )

0 komentar:

Poskan Komentar