Dari Sebuah Catatan Untuk Berbagi Dan Mencoba Dalam Mengetahui Suatu Arti Dan Makna Yang Di Cari Di Info Dan Pengertian Para Ahli

Minimal Art Atau Seni Minimal

Minimal Art Atau Seni Minimal 
Gejolak tahun 1960-an dalam bidang seni, tampak cenderung sebagai reaksi atas ketimpangan yang melanda dunia. Masa sekitar tahun 1960-an merupakan masa lahir dan tenggelamnya musik rock, yang identik dengan gejolak kaum muda, juga seni Pop, untuk bidang seni rupa. Kelahiran senni Pop yang banyak mengangkat kritik sosial tersebut berpengaruh pada aliran-aliran yang muncul tidak lama berikutnya dan saling berpengaruh satu sama lainnya. Dua di antara aliran-aliran yang bermunculan tersebut adalah Seni Minimal dan Super-Realisme. 

Surealisme merupakan sumber yang mempengaruhi gerakan Ekspresionisme Abstrak. Seni Pop melebihi kekuatan yang dimiliki Surealisme dan Dada. 

Kemudian seni Optik dan seni Kinetik ditemukan dalam eksperimen-eksperimen yang dilakukan di Bauhaus. Seni Minimal merupakan penggabungan dari pengaruh Dada dan Bauhaus. Seni Minimal merupakan bentuk seni yang kontroversial, karena sulit untuk dimengerti, sehingga selalu mendapat kritik keras dari kalangan kritikus. Kesulitan ini membuat rumit bagi pengamatnya karena gaya seni minimal merupakan penciptaan gagasan baru mengenai skala, ruang, pengisian ruang, bentuk dan obyek. 

Seniman harus menyusun ulang hubungan antara seni sebagai obyek dan antara obyek dengan manusia. Perhatian seniman Minimal terutama pada ruang negatif, arsitektur, alam dan mekanisasi, yang semuanya itu memiliki karakter tersendiri. 

Minimal Art diawali dari epistemologi Kubisme yang berlaku sebagai komitmen terhadap kemurnian yang nyata, ketegasan konsep, keharafiahan dan kesederhanaan. Penafsiran Kubisme yang tidak terbatas menciptakan suatu kesan keseimbangan yang sempurna, dan suatu visualisasi yang simetris, tidak pernah menyimpang dari bidang dasar gambar yang direncanakan secara kaku. Unit-unit yang monoton yang menghasilkan aturan modul yang berarti sangat bertolak belakang dengan kebebasan. Jika kita perhatikan pernyataan Frank Stella, bahwa :

Apabila Lukisan harus mempunyai susunan yang rumit, seperti Ekspresionisme Abstrak atau Surealisme, maka seoorang yang tidak mahir dan terbiasa melukis akan mengalami kesulitan untuk melukis, sehingga dia akan mencobba untuk menyederhanakannya. Pada tahun 1913 Malevich menempatkan karya berbentuk bujur sangkar hitam di tanah putih yang dinyatakan bahwa: seni tidak lagi dimaksudkan untuk melayani agama dan negara, seni tidak lagi lagi dipergunakan untuk menggambarkan tatakrama, seni tidak ingin lagi berurusan dengan hal-hal itu, dan percaya seni memiliki eksistensi tersendiri. Seni bukan untuk mempertahankan masalah pengabdian pada negara dan agama, bukan pula untuk melestarikan sejarah. Dan bukan untuk berpikir lebih jauh, berbuat sesuatu dengan obyek dan meyakini bahwa tindakan ini ada dalam dirinya seperti tanpa dipikirkan. 

Menurut Malevich, tahun munculnya persegi ini merupakan supremasi dasar yang tak akan pernah dijumpai dalam kenyataan. Suprematisme muncul selama dekade kedua abad ini di Rusia yang merupakan karya seni yang benar-benar abstrak dan berdiri sendiri, seperti halnya konstruktivisme. Suprematisme juga menggunakan rasionalisme dan cara berpikir sistematis pada saat menilai suatu benda, yaitu: 

Posisi estetika yang konstruksi suatu objeknya akan menunjuk pada bentuk geometri yang jelas dan dekat‖. Patung dihasilkan dengan kemurnian model matematika , dan perkembangan teknologi modern muncul melahirkan kesadaran seni. Pendapat Tatlin untuk mengolah ruang nyata (real space) dan materi nyata (real materials) benar-benar dijadikan sebagai sumber atau titik permulaan pada tahun 1960-an di Amerika untuk jenis patung baru yang memiliki kekhususan dan kekuatan material yang aktual, warna-warna yang nyata dan ruang nyata, dan patung-patung yang akan mengestetikkan teknologi pada suatu tingkat yang oleh Tatlin sendiri tidak dapat dibayangkan. Pada tahun 1964, Flavin menghasilkan sebuah patung neon yang diberi nama Monumen for V. Tatlin. Patung ini berwujud rupa tube neon yang tidak diukir maupun dikonstruksi dalam bentuuk apapun oleh seniman, dan muncuil bukan untuk melambangkan sesuatu. Patung ini semata-mata ada, merupakan suatu obyek yang gemerlapan sebagaimana adanya. 

Para penganut Minimalisme mengajarkan kepercayaan kepada para pengikut Mondrian bahwa seni harus benar-benar dapat dipahami oleh pikiran sebelum diwujudkan menjadi karya seni. Seni merupakan suatu kekuatan di mana pikiran dapat menentukan nilai rasional suatu benda. Menurut Minimalisme benda yang benar-benar tidak dapat ditentukan oleh seni disebut self expression. 

Para penganut Minimalisme memperkenalkan kubus epistemologi kepada perubahan lukisan Heraclitean dan tampil apa adanya, untuk sejumlah keputusan yang akan diterima oleh umum. Kubus tampil sebagai sebuah komitmen untuk memurnikan konsep, kejelasan, dan kesederhanaan. Dalam menafsirkan kubus dalam jumlah tertentu, mereka menggunakan impresi ekuilibrium yang sempurna, dan menghasilkan simetri visual yang tidak menyimpang dari batas-batasnya. Jelas dalam hal tertentu, secara metodologis, Minimalisme merupakan suatu kebalikan nilai-nilai yang tegas yang telah digunakan oleh generasi Abstrak-ekspresionisme yang terdahulu. Namun Minimalisme telah berhasil dalam cakupan penciptaan patung, berbeda dengan Abstrak-ekspresionisme yang hanya berhasil dalam penciptaan seni lukis. 

Yang mendorong lahirnya Minimal Art, pada awalnya bersumber dari seni lukis dua dimensional. Bertujuan untuk membalikkan nilai-nilai yang mapan dari seni generasi sebelum Ekspresionisme Abstrak, tetapi kemudian berkembang menjadi tujuan seni tiga dimensi yaitu untuk menyusun ulang penataan seni patung dalam susunan yang benar menurut kriteria visual. Pada saat itu Ekspresinisme Abstrak kurang terkait dengan gaya seni patung. Dan ekspresionisme abstrak hanya sukses pada seni lukis yang bersifat dua dimensi. 

Cikal bakal Minimal Art sebagai estetika baru dimulai ketika Frank Stella beserta kawan-kawanya berpameran dalam tema Sixteen American‟ di Museum Moderen Art pada tahun 1959. Stella memamerkan bidang kosong yang tidak berisi apa-apa kecuali garis - garis halus. Karya ini berupa garis-garis yang dilukis dengan menggunakan email hitam langsung dari kaleng, kemudian disusun membentuk garis-garis lurus atau pola-pola silang. Lukisan tersebut tanpa ada apa-apa kecuali hanya keteraturan yang diwujudkan dalam komposisi garis-garis kaku dan impersonal. Stella menegaskan bahwa ada dua persoalan yang harus diutarakan sebelum asumsi Ekspresionisme Abstrak diperdebatkan. Pertama, yaitu mengenai ruang spasial dan kedua metodologinya. Sebenarnya Minimal Art dan Pop Art secara bersamaan muncul sebagai dua aliran yang menawarkan suatu konsep alternatif. Pembaharuan ini bermula dari Inggris sekitar tahun 1952, yang melibatkan seniman-seniman negara Eropa lainnya, kemudian secara luas diperhatikan oleh para seniman Amerika tahun 1960-an. 

Gaya seni yang bekaitan dengan Minimal Art, menurut Gablik antara lain Suprematisme, Konstruktivisme, Manifesto Vladimir Tatlin, Manifesto Piet Mondrian yang dapat diterangkan sebagai berikut : 
a) Pengaruh Suprematisme : Suprematisme yang dicetuskan oleh Kasimir Malevich merupakan dasar-dasar seni sekuler yang terlepas ddari tujuan kegunaan dan fungsi ideologisnya. Konsep Malevich yang dinyatakan pada tahun 1941, merupakan awal munculnya bentuk persegi empat‟ sebagai elemen dasar yang disebut ‗suprem‘ , sebagai temuan yang belum ada di alam. 
b) Konstruktivisme. Konstruktivisme yang menganut konsep berpikir rasional dan matematis, merupakan gerakan yang menyatakan Estetika sebuah obyek di dalam suatu konstruksi akan mendekati geometri.‘ 
c) Pengaruh Vladimir Tatlin. Tatlin dengan konsep ruang dan material yang nyata‘ merupakan awal dari berbagai seni patungg baru di Amerika pada tahun 1960-an, yang memiliki ketegasan dan kekuatan material yang sesungguhnya, dan suatu tingkat keindahan teknologi. 
d) Piet Mondrian. Piet Mondrian sebagai tokoh De Stijl menyakini bahwa karya seni dapat dipahami secara sempurna dengan pemikiran‘ sebelum berkarya. 

Benang Merah Seni Rupa Modern 152
Mondrian pada tahun 1921 menghasilkan karya berupa komposisi bentuk-bentuk persegi empat dengan warna merah, biru, kuning dan putih. 

Demikian pula bagi artis Minimal Art seperti apa yang dinyatakan Mondrian, sebagaimana menurut kaum Minimalis, bahwa seni merupakan kekuatan dari pikiran yang dapat menentukan cara-cara pembuatan yang rasional terhadap benda, sesuatu yang memiliki ekspresi sendiri bukanlah seni. Hal ini merupakan perlawanan terhadap gaya yang berkembang pada saat itu yaitu Ekspresionisme Abstrak, yang mengutamakan emosi subyektif yang banyak dianut Amerika -pada tahun sekitar 1950-an. 

Konsep Minimal Art 
Minimal Art merupakan gerakan yang berontak terhadap penghargaan yang berlebihan bagi seni Ekspresionisme, terutama kecenderungan memistikkan seni. 

Mereka memprotes karena hilangnya bentuk dalam lukisan . Seni minimal berusaha untuk mencari obyektivitas yang tidak dimiliki oleh Ekspresionisme, terutama Ekspresionisme Abstrak. Dalam usaha untuk mendapatkan kembali unsur bentuk, sebagian seniman Minimalisme bekerja atas dasar bentuk-bentuk geometris (sebagai the basic forms), bentuk yang sudah dikenal umum seperti segi empat, lingkaran, kubus, prisma, limas, selinder, kerucut, dll. Bentuk dasar ini tidak membawa arti apa-apa. Dengan sengaja permukaan bentuk dibuat bersih seperti pada alat-alat teknis biasa. Karya Minimal Art tidak dibangun sebagai komposisi yang menganut langkah -demi langkah , bagian demi bagian yang ditambahkan sesuai dengan ukuran bentuk dan warnanya. Tetapi seni Minimal merupakan visualisasi suatu sistem logis yang bertitik tolak dari sifat khas yang dipunyai oleh sebuah modul tertentu. 

Bentuk yang sederhana dari Minimal Art tersebut menjadi berharga bila dihayati, dalam hubungannya dengan lingkungan seperti : ruangan, arsitektur dan pemandangan alam. Hubungan tersebut diatur sedemikian sehingga muncul suatu visi akan struktur atau keteraturan. Keteraturan itulah yang menjadi karya seni yang sebenarnya. 

Ada yang berpendapat bahwa seni Minimal adalah seni yang minus simbolisme, minus pesan, minus pernyataan pribadi. Frank Stella menyatakan, You see what you see. Kemudian Battcock menyatakan pula, Meaning follow form the presence of the work of art, not from its capacity to signify absent events or values”. 

Tujuan Minimal Art diikuti oleh Pop Art , keduanya memiliki tujuan yang sama, tetapi jalan yang ditempuh untuk mencapainya berbeda. Keduanya ingin keluar dan mencari alternatif lain dari Ekspresionisme Abstrak. Yang diharapkan kaum Minimalis adalah mencapai penafsiran yang lebih baru mengenai tujuan dari seni patung. Don Judd, Morris dan Barbara Rose telah menerbitkan artikel yang menguraikan mengenai syarat-syarat estetika baru agar karya mereka dapat dipahami. Secara khusus Judd menunjukkan suatu kemungkinan untuk norma dan kesepakatan dalam seni lukis dan seni patung. Dia merasa bahwa semua karya lukis adalah illusionic” (bersifat ilusi), yang menyebabkan terlihat mengagumkan (not credible). Di sini yang penting adalah melenyapkan ruang khayalan, dan hal tersebut dapat dilakukan hanya dengan cara menghilangkan keterkaitannya dengan bentuk dasar gambar. Ruang yang sesungguhnya tidak berdiri sendiri, tetapi lebih dari sekedar memantulkan kesan ruang. 

Para Seniman Minimal Art dan Karyanya 
Keberadaan gerakan Minimal Art atau lebih sering juga disebut dengan Primary Structure atau ABC dipelopori oleh beberapa seniman sepperti Don Judd, Flavin, Carl Andre, Robert Morris dan Frank Stella (Amerika). Beberapa dari mereka mulai berkarir di bidang melukis beraliran Ekspresionisme Abstrak, namun akhirnya mereka semua memperhatikan hal-hal yang menyangkut penyusunan obyek-obyek tiga dimensi. Seniman minimal umumnya berangkat dari penggunaan material industri senetral mungkin tanpa menghalangi ciri-ciri khusus dari material itu sendiri seperti : besi galvanis, gulungan baja dingin, lampu flourescent, fire brickt, kubus styrofoam, plat tembaga, dan cat industri. Mereka lebih menyenangi hal-hal yang sederhana, kesatuan bentuk-bentuk geometris, dan penyusunan material dengan memakai hukum gestalt sederhana, atau dengan rangkaian pengulangan unit-unit yang identik. 

Frank Stella pertama kali muncul pada usia 23 tahun dalam pameran tentang kuartet, yang hanya menampilkan karya seni yang berisi garis-garis halus simetris yang merupakan sebagian dari pameran Sixteen American‘s, bersama karya-karya Louise Nevelson, Ellsworth Kelly, Jasfer Jhons, dan Robert Rauschenberg di musium seni modern pada tahun 1959. 

Lukisan yang minimalistis juga terlihat pada karya satu warna simetris: Ad Reinhardts (1960) dengan rangkaian persegi empat hitam bersalib; monokrom biru karya Yues Klein; kanvas kosong putih karya Robert Rauschenberg (1952), lukisan kisi-kisi yang berubah-ubah karya Agnes Martin (1961). Lukisan hitam karya Stella dijadikan standar karya seni, dan menjadi esensi yang tidak dapat diperkecil lagi. 

Lukisan tersebut dibuat dengan enamel hitam dari kaleng. 
Andre ketika mendiami studio Stella membuat patung-patung vertikal dari kayu-kayu bangunan yang memerlukan beberapa pahatan. Pengaruh Stella tampak pada karyanya yaitu bahwa kayu lebih bagus sebelum dipotong-potong daripada setelah dipotong-potong. Dirasakannya bahwa mengerjakan kayu-kayu itu tadi tidak akan menambah bagus penampilan kayu tersebut dengan cara apapun. Oleh karena itu dia mulai menumpuk dan menimbun kayu balok-balok kayu pada tahun 1961. 

Karya-karyanya tampak berkesan arsitektural dan struktural. Pada suatu hari ketika ia berdayung di sebuah danau di New Hampshire, datang ilham bahwa patungnya harus setinggi air. Karya patung Andre digelar pada suatu pameran Primary Str ucture di Musium Jewish tahun 1966, salah satu musium yang pertama menampilkan karya Minimalisme sebagai bentuk karya seni yang sempurna. Karya Andre tersebut terdiri dari 137 bata (bahan bangunan) yang saling terpisah yang terbentang sepanjang lantai 34,5 kaki. Andre mengatakan bahwa unsur vertikal merupakan sesuatu yang tersulit untuk dihilangkan. Karyanya yang diberi judul Lever” masih tetap dipakai pada dinding tetapi lempengan piring tembaga menempati dinding pada tahun 1967. Sejauh ini lempengan yang paling kompleks adalah bernama Thirty seven Pieces of Work yang dibuat untuk menempati persegi tiga puluh enam kaki pada lantai dasar Musium Guggenheim. Ini terdiri dari 1.296 unit; pada setiap 216 unit terdiri dari alumunium, tembaga, baja magnesium dan seng. Bagi Andre patung idealnya adalah jalan dan pada piring logam terpisah-pisah ini yang diletakkan di sepanjang jalan dapat diinjak atau dipakai jalan kendaraan di atasnya. Salah satu yang diharapkan tercapai oleh Minimalisme adalah interpretasi baru tentang tujuan membuat patung. Judd dan Morris beserta Barbara Rose menerbitkan beberapa artikel yang menganatomikan estetika dengan berbagai istilah supaya karyanya dapat dipahami. Judd dalam melukis merasakan bahwa semua lukisannya hanyalah ilusi yang membuat tidakluar biasa. Memang dalam melukis sangat sulit menghilangkan unsur-unsur ilusionisme, kecuali salah satunya dengan cara menghilangkan figur-figur latar belakang (ground). Karya Judd akhir-akhir ini merupakan kombinasi antara lukisan dan patung. Misalnya relief-relief rendah yang terbuat dari semacam kayu, pipa aspal, liquiteks dan pasir di atas kanvas yang akhirnya menampilkan lantai berdimensi tiga penuh dan bagian dinding yang selalu tidak bernama. Karena itu sulit untuk dikenali dengan membuat hasil karyanya menampati tiga dimensi. Judd telah merasa berhasil mengatasi masalah illusionisme. Dia menganggap ruang nyata lebih kuat dan spesifik daripada ruang imajinasi. Mereka konsisten dengan konsep realitas, cenderung menampilkan keadaan yang sebenarnya daripada refleksi belaka, menyebut karya barunya dengan nama baru, objek khusus. Karya-karya objektif khusus Judd ialah sekumpulan patug-patung kayu yang dilukis dan digelar di Green Gallery New York pada tahun 1963. Kotak-kotak flexiglass pertama dengan sisi-sisi logam dibuat kemudian pada bentuk asli ini, dan peti-peti tadi merupakan ciri-ciri pameran Primary Structures yang penting di Jewish Museum pada tahun 1966. Kritik untuk karya Minimalisme merupakan fakta bahwa karya dengan bentuk berulang-ulang tanpa rekaan atau pahatan dekoratif atau ungkapan rekabentuk, tanpa las, tanpa perekat atau lipatan merupakan hal yang wajar. 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Minimal Art Atau Seni Minimal

0 komentar:

Poskan Komentar