Dari Sebuah Catatan Untuk Berbagi Dan Mencoba Dalam Mengetahui Suatu Arti Dan Makna Yang Di Cari Di Info Dan Pengertian Para Ahli

Pengertian Data Menurut Para Ahli

Pengertian Data Menurut Para Ahli 
Zins (2009) banyak menguraikan tentang pengertian tentang data dengan mengutip berbagai pendapat dari berbagai ahli di perguruan tinggi dunia sebagai berikut :
  1. Prof. Elsa Barber University of Buenos Aires, Argentina yang mengukip pendapat Wellish (1996) bahwa, datum is the representation of concepts or other entities, fixed in or on a medium in a form suitable for communication, or processing by human being or by automated systems. 
  2. Prof. Aldo Alburquerque Bareto dari Institut Ilmu Informasi dan Technology, Brasil menjelaskan bahwa, data is a symbol set that is quantified and/or qulaified.
  3. Dr. Hanna Albrechtsen, Institute of Knowledge Sharing Denmark menjelaskan bahwa bahwa dalam sistim komputerisasi, data are the coded invariances, dalam hubungannya dengan manusia, data are that which is stated, for instance, by informants in a emphirical study.
  4. Prof. Maria Teresa Biagetti, University of Rome, Italy menjelaskan bahwa datum is every things or every unit that could increase the human knowledge or could allow to enlarge our field of scientific, theoretical or pactical knowledge, and that can be recorded, on whichever support, or orally handed. Selanjutnya dijelaskan bahwa data can arouse information an knowledge in our mind.
  5. Prof. Michael Buckland University of California, Berkeley, USA, bahwa data are commonly used to refer to records or recordings encoded for use in computer, but is more widely used to refer to statistical observations and other recordings or collections of evidence.
  6. 6) Prof. Anthony Debons, University of Pittsburgh, USA secara singkat menjelaskan bahwa data is symbols organized according to established algorrithms.
  7. Dr. Quentin L. Burrel, Isle of Man International Business School menjelaskan bahwa data are the basic individual items of numeric or other information, garnered through observation, but in themselves, without context, they devoid of information.
  8. Prof. Gordana Dodig-Crnkovic, Malarden University, Swedia, membedakan data atas data mentah (raw data atau source data atau atomic data) dan data. Raw data adalah data yang belum diproses untuk penggunaan, sedang data are a series of disconnected facts and observations.
  9. Prof. Nicolae Dragulaneseu, Polytechnics University of Bucharest, Rumania, bahwa data are a set of symbols representing a perception of raw facts.
  10. 10) Dr. Jo Link-Pezet, University of Social Sciences Prancis, bahwa data are commonly seen as simple isolated facts, though products of intellectual activity in their rough shape.
  11. 11) Michal Lorenz, Masaryk University in Brno Republik Ceko menjelaskan bahwa data are formalized parts of sociocultural information potentionally processable by technical facilities which disregard the cognitive process and that is why it is necessary to provide them with meaning from outside.
  12. Prof. Michel J. Menou, Knowledge and ICT Management Consultant Prancis menulis bahwa data are perceptible or perceived- if and when the signal can be interpreted by the user- attributes of physical, biological, social or conceptual entities. 
  13. Stonier (1997), data is a series of disconnected facts and observation. These may be converted to information by analyzing, cross-referring, selecting, sorting, summarizing, or in some way organizing the data.
  14. Dragulanescu dari Universitas Bukares Rumania (dalam Zins, 2009), data are set of symbols representing a perception of raw facts. 
  15. Prof. Haidar Moukdad, Dalhousie University Canada, data are sets of characters, symbols, numbers, and audio/visual bits that are represented and/or encountered in raw forms.
  16. 16) Prof. Lena Vania Pinheiro, Brazilian Institute for Information in Science and Technology, Brasil menguraikan bahwa datum is an object or crude fact perceived by the subject, non constructed nor elaborated in the consciousness, without passing through neither analysis processes nor evaluation for its transfer as information.
  17. Prof. Maria Pinto, University of Granada Spain menjelaskan bahwa data are primitive symbolic entities, whose meaning depend on it integration within a contexts that allow their understanding by an interpreter.
  18. Prof. Roberto Poli, University of Trento Italy menguraikan bahwa datum is a sign thet denotes entities or attributes in a proximal context.
  19. Prof. Ronald Rousseau, KHBO and University of Antwerp, Belgium menjelaskan bahwa data are representation of facts or ideas in a formalized, and hence capable of being communicated or manipulated by some process.
  20. Prof. Yishan Wu, Institute of Scientific and Technical Information of China, China menulis bahwa data are artifacts that reflect a phenomenon in natural or social world in the form of figures, facts, plots etc. 
Berdasarkan uraian beberapa ahli tersebut di atas dapat dikatakan bahwa data adalah fakta, atau bagian dari fakta yang mengandung arti sehubungan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka, huruf atau simbol yang menunjukkan suatu ide, obyek, kondisi, atau situasi dan lainnya yang didapatkan melalui suatu observasi atau secara data diartikan sebagai keterangan tentang sesuatu. 

Klasifikasi Data
Data dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 
Berdasarkan sifat data 
Berdasarkan sifat data dikenal data kuantitatif (quantitative data), data dalam bentuk angka atau bilangan. Contoh : dari 997 nelayan di kecamatan A, 354 orang adalah nelayan penuh, 455 orang adalah nelayan sambilan utama, dan 168 orang adalah nelayan sambilan bukan utama . dan data kualitatif, (qualitative data)adalah data bukan dalam bentuk penjumlahan atau angka tetapi dalam bentuk pernyataan dan atau kategori. Contoh : Kondisi tempat pelelangan ikan di Desa Ulo-Ulo Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan sangat buruk. Contoh data kuantitatif dan kualitatif perikanan disajikan pada Tabel 2.1 dan Gambar 2.3. 
Berdasarkan sumber data 

Berdasarkan sumberdata dikenal : (1) data internal (internal data) yaitu data yang berasal dari dalam organisasi, atau data asli, data yang dieproleh dari observasi yang dilakukan langsung oleh peneliti atau bukan dari hasil pengamatan atau karya orang lain. Data internal sering juga disebut sebagai data primer (primary data), dan (2) data eksternal (external data)yaitu data yang berasal dari luar organisasi atau institusi, atau data hasil observasi orang lain. 

Data eksternal dapat dikelompokan atas : (1) data eksternal primer (primary external data) data yang dapat berbentuk lisan atau tertulis yang didapatkan langsung dari pemilik data sendiri atau orang yang melakukan observasi atau pengumpul data tersebut, biasa juga disebut directly external data, (2) data eksternal skunder (secondary external data) data yang diperoleh dari orang yang bukan melakukan observasi langsung, biasa juga disebut indirectly external data.

Berdasarkan cara memperolehnya 
Berdasarkan cara memperolehnya, data dapat dikelompokan atas (1) data primer yaitu data yang dikumpulkan langsung oleh si peneliti atau diperoleh dari sumber pertama dan datanya belum diolah, contoh : hasil pengamatan beberapa parameter oseanografis daerah penangkapan ikan cakalang dan jumlah hasil tangkapan per trip perikanan pole and line yang didapatkan dari hasil pengamatan langsung dilapang oleh Achmar Mallawa dan kawan-kawan tahun 2009, (2) data sekunder yaitu data yang diperoleh dari pihak kedua yang mengumpulkan data tersebut. Data sekunder biasanya telah diolah atau diatur sedemikian rupa oleh pengumpulnya, contoh : Data jumlah armada penangkapan ikan di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. 

Berdasarkan cakupannya. 
Berdasarkan cakupan pengumpulannya, data dikelompokan atas data sensus, yaitu data yang diperoleh dari populasi dan data sampel, yaitu data yang diperoleh dari sampel. 

Berdasarkan dinamika data. 
Berdasarkan dinamikanya, data dapat dikelompokan atas : (1) data statis, yaitu data yang dalam jangka waktu lama tidak akan mengalami perubahan, (2) data semi dinamis yaitu data dalam waktu kemungkinan mengalami perubahan atau sedikit mengalami perubahan dan, (3) data dinamis yaitu data yang menurut waktu akan mengalami perubahan. 

Nilai dan Kualitas Data
Ada tiga indikator yang dapat digunakan untuk menentukan nilai suatu data (Sutabri, 2005) yaitu : 
  1. ketelitian data (data precision), ketelitian data dapat diperoleh dengan mempraktekan beberapa hal seperti melakukan pengamatan secara ber ulang-ulang, menggunakan peralatan standar atau yang peralatan yang tersertifikasi/direkomendasikan,pengamatan dengan melibatkan beberapa orang dari keahlian yang sama dan sebagainya. 
  2. komparabilitas data (data comparability), berarti bahwa data yang dihasilkan menggunakan peralatan yang telah distandarisasi, satuan data yang digunakan adalah satuan standar dan sebainya, dan 
  3. validitas data (data validity), berarti dengan mempergunakan data tersebut tujuan yang ingin dicapai oleh sipengguna terealisasi.
Wang dan Strong (1996) mengemukakan konsep acuan untuk menentukan kualitas suatu data (Data Quality Conceptual Framework) yang terdiri dari 4 kategori dan 16 dimensi yaitu : 
  1. kategori I, Intrinsic, dimensi meliputi : accuracy (keakuratan), objectivity (obyektivitas), believability (keterpercayaan), dan reputation (reputasi);
  2. kategori II, Accessibility, dimensi meliputi : accessibility (mudah diakses), dan security (keamanan);
  3. Kategori III, Contextual, dimensi meliputi : Relevancy (kesesuaian), Value – Added (nilai tambah), Timeliness (Ketepatan waktu), Completeness (kelengkapan data), Amount of Info (jumlah informasi yang dapat diperoleh); 
  4. Kategori IV, Representational, dimensi meliputi : Interpretability (dapat dimengerti), Ease of understanding (mudah dimengerti), Concise Representation dan Consistent Representation (konsisten);
Shank dan Corbitt (1999) menentukan kualitas data dengan menggunakan “Semiotic-based Framework for Data Quality” yang terdiri atas 4 semiotic descriptions, 4 goals dan 11 dimensions yaitu :
  1. Semiotic Level I, Syntactic, goal : consitent, dimension : well-defined/formal syntax ;
  2. Semiotic Level II, Semantic, goal : complete and accurate, dimension : comperehensive, unambiguous, meaningful, correct;
  3. Semiotic Level III, Pragmatic, goal : Usable and useful, dimensions : timely, concise, easly accessed, reputable; 
  4. Semiotic Level IV, Social, goal : shared understanding of meaning, dimensions : understood, awareness of bias.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Data Menurut Para Ahli

0 komentar:

Poskan Komentar