Dari Sebuah Catatan Untuk Berbagi Dan Mencoba Dalam Mengetahui Suatu Arti Dan Makna Yang Di Cari Di Info Dan Pengertian Para Ahli

Jaringan Informasi Dan Dokumentasi Di Indonesia

Jaringan Informasi Dan Dokumentasi Di Indonesia 
Jaringan dokumentasi informasi adalah jaringan yang melibatkan perpustakaan dan dokumentasi. Dengan semakin derasnya arus informasi den semakin banyak nya penerbitan buku, majalah, dan bahan rekaman menyebabkan tumbuh dan berkembangnya jaringan informasi ilmiah di indonesia. Perpustakaan dituntut untuk berperan aktif dalam menangani luapan arus informasi dan menyebarluaskan kepada penggunanya secara tepat waktu dan teapat sasaran untuk menjawab tantangan tersebut dilakukan salah satunya dengan kerjasama perpustakaan.


Lokakarya jaringan dokumentasi dan informasi, bandung 1971 titik tolak perkembangan jaringan informasi di indonesia terjadi pada tahun 1971 dengan diselenggarakanya sebuah workshop di bandung, workshop itu berjudul sistem jaringan dokumentasi dan informasi ilmiah untuk indonesia, diselenggarakan di bandung pada tanggal 22-24 juli 1971. workshop memutuskan perlu adanya sistem jaringan informasi dan dokumentasi yang terdiri atas empat pusat sebagai berikut : 
  • untuk ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi 
  • bidang-bidang biologi dan pertanian 
  • bidang kesehatan dan kedokteran 
  • bidang ilmu sosial dan budaya. 

Kerjasama perpustakaan perguruan tinggi 

Inter-University computerized network (UNINET) 
tujuan di bentuknya jaringan ini adalah untuk menghubungkan ke-45 perguruan tinggi negeri (PTN) di bawah departemen pendidikan dan kebudayaan. UNINET terutama di rancang untuk mendukung kerjasama dalam pendidikan, penelitian, dan pengolahan pendidikan tinggi di Indonesia.
a. Fasilitas yang tersedia untuk para pemakaipemakainya
b. Simpul-simpul uninet
c. Hubungan ke jaringan lain
d. Masalah-masalah dalam pengembangan UNINET

Indonesian higher education network (INHERENT) 
adapun fungsi dan tujuan jaringan ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang kegiatan tridarma serta pengelolaan perguruan tinggi. Contoh pemanfaatan inherent adalah kegiatan kerjasama dan jaringan perpustakaan di Yogyakarta. Dalam kerjasama jaringan perpustakaan di Yogyakarta melibatkan enam perguruan tinggi, keenam perguruan tinggi itu antara lain UGM, UNY, Institut Sains dan teknologi Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Darma dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Keuntungan dari kerjasama ini adalah civitas akademika dapat saling mengkases data koleksi perpustakaan, cetak maupun digital secara online melalui jaringan internet.

a. Jaringan informasi ilmu budaya dan ilmu sosial
Secara de fakto kegiatan informasi menyangkut bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan dipegang oleh Perpustakaan Nasional.

b. Jaringan informasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
Jaringan informasi pengetahuan dan teknologi dikenal juga dengan nama Iptek-Net

c. Jaringan informasi bidang biologi dan pertanian
Koordinasi jaringan adalah Perpustakaan Pusat Pertanian dan Komunikasi Penelitian, berkedudukan di Bogor, nama koordinator tersebut sering disingkat dengan nama PUSTAKA sedangkan nama lamanya adalah Bibliotheca Bogoriensis.

d. Jaringan informasi bidang kedokteran dan kesehatan
Tugas pokok jaringan adalah memperlancar pengadaan, pengolahan, dan pendayagunaan informasi perpustakaan dan dibawah koordinator departemen kesehatan.

e. Jaringan informasi bidang hukum dan perundang-undangan
Koordinator : badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN) Jakarta. Jaringan ini mulai dibentuk pada tahun 1974 dan mempunyai perpustakaan penunjang terbesar di Jakarta.

f. Jaringan informasi bidang hukum dan perudang-undangan
Koordinator : Badan Pembinaan Hukum Nasional Jakarta

g. Jaringan informasi bidang Masalah Bangunan dan Perumahan
Koordinator : Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, Direktorat Jendral Cipta Karya Jakarta. Alamat : Jl. Raden Patah 1/I, Kebayoran baru, Jakarta Selatan.

h. Jaringan Informasi Bidang Teknologi, Lingkungan Hidup dan Alih Teknologi
Koordinator : Perpustakaan Sentral LIPI Bandung

Alamat : Jl Cisitu, Bandung 40135 (kompleks LIPI)

i. Jaringan informasi bidang pertahanan dan keamanan
Koordinator : Perpustakaan departemen pertahanan keamanan RI Jakarta.

j. Jaringan informasi bidang pemukiman manusia
Koordinator : direktorat penyelidikan masalah bangunan, bandung terutama bergerak dalam bidang informasi perumahan 

k. Jaringan informasi bidang masalah lingkungan
Koordinator : kantor menteri negara pengawasan pembangunan lingkungan hidup jakarta

l. Jaringan informasi pengkajian islam
Koordinator : perpustakaan pusat islam masjid istiqlal jakarta

Alamat : masjid istiqlal, Jl. Taman wijayakusuma, PO BOX 4419 Jakarta Pusat


n. Jaringan informasi air bersih
Dibentuk pada tahun 1988 oleh menteri Perindustrian menitik beratkan pada penyediaan informasi menyangkut penyimpanan, penggunaan, standar air bersih. Jaringan ini bekerja erat dengan Dep. Kesehatan, khususnya dengan perpustakaan jaringan dokumentasi informasi kedokteran dan kesehatan.


o. Jaringan indormasi dan distribusi Pangan
Pusat informasi Badan Urusan Logistik bertugas mengumpulkan, mengolah dan menyediakan informasi tentang pangan serta menggandakan dan menyiapkan kegiatan jaringan informasi. 
Sistem jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan departemen kesehatan 


Dibentuk berdasarkan surat keputusan kesehatan No. 858/Menkes/S.K./XI/88 tentang Pedoman Pembinaan Jaringan Dokumentasi Dan Informasi hukum di lingkungan departemen kesehatan pada tahun 1988. Koordinatornya adalah Biro Hukum Dan Hubungan Kesehatan Masyarakatdepartemen Kesehatan. 
Jaringan perpustakaan komunitas 


a. Jaringan perpustakaan anak 1001 buku
Komunitas 1001 buku adalah jaringan relawan dan pengelola perpustakaan anak yang berkomitmen untuk menyediakan akses bacaan berkualitas bagi anak-anak yang kurang beruntung.


b. Jaringan informasi nonbibliografi
Jaringan informasi non bibliografi merupakan jaringan informasi yang menyediakan data nonbibliografi dan dapat di akses pemakai. Pada jaringan informasi non bibliografi data yang diberikan dapat berupa data numerik, tekstual, citra, dan audio; kebanyakan yang diberikan data numerik sesudah itu data tekstual.

c. Jaringan informasi perindustrian di bidang industri kecil

d. Jaringan informasi perikanan indonesia 
Jaringan Perpustakaan Digital Indonesia (Indonesian Digital library Network) 

Digital library atau perpustakaan digital adalah suatu bentuk perpustakaan yang koleksinya dalam betuk digital dan mengelola koleksi-koleksi dokumen, gambar, dan multimedia dalam format digital.

Indonesia Digital Library Network (Indonesia DLN) adalah sebuah jaringan perpustakaan digital pertama di Indonesia yang memiliki misi mengelola ilmu pengetahuan lokal bangsa indonesia untuk membantu meningkatkan kualitas hidup bangsa indonesia melalui ilmu pengetahuan yang dimilikinya sendiri.


Hasil dan Kendala Jaringan Selama Ini
Dalam pertumbuhan jaringan yang mencapai usia 37 tahun ini, masih banyak kendala yang dihadapi. Demikian pula tantangan yang dihadapinya semakin berat mengingat laju pertumbuhan informasi serta peningkatan permintaan semakin meningkat, terutama selama 20 tahun terakhir ini.


Hasil yang dicapai jaringan selama ini adalah :
1. jumlah jaringan bertambah semakin banyak
2. peningkatan kerjasama dengan berbagai pihak
3. meningkatnya kesadaran pemakai terutama meningkatnya literasi informasi
4. pembentukan katalog majalah
5. tercapainya kerjasama jasa fotokopi artikel antara berbagai simpul jaringan
6. berkembangnya teknologi informasi dengan penerapan automasi perpustakaan berdampak pada kemudahan akses informasi dengan memanfaatkan teknologi jaringan baik intranet maupun internet.
7. jaringan perpustakaan digital di Indonesia

Kendala yang di hadapi saat ini antara lain :
1. beban kerja yang tidak seimbang
2. belum ada produk perundang-undangan yang mengatur kerjasama jaringan
3. masalah keuangan
4. perbedaan kebutuhan informasi yang amat berlainan
5. sumberdaya manusia


Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Di Indonesia
Bentuk kerjasama Bentuk kerjasama perpustakaan antara lain, regional, institusional, fungsional, dan subjek. Bentuk regional adalah bentuk kerjasama atanata perpustakaan yang terdapat di sebuah kawasan.

Khusus untuk perpustakaan perguruan tinggi saat ini terdapat beberapa kerjasama regional, misalnya kerjasama perpustakaan yang terdapat di daerah indonesia timur mencakup perpustakaan perguruan tinggi negeri PTN, yang mencakup provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Seluruh Provinsi Maluku, Papua, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Sejak tahun 1984 sejumlah 11 perguruan tinggi negeri yang berada di Indonesia Barat membentuk kerjasama dengan nama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Barat, lazim dikenal dengan nama BKS PTN (1) B dengan pusat di Medan.


Pada tahun 1995 berdasar kesepakatan beberapa perpustakaan PT tergabung dalam Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri/FKP2T, yang terdiri dari 25 PTN di Jawa dan 4 PTN di luar Jawa.sebagai media komunikasi antara anggota forum diterbitkan jurnal FKP2T. jurnal FKP2T di terbitkan dua kalai dalam satu tahun pada bulan Juni dan Dsember berisi tentang kajian, metode, praktik dan evaluasi bidang perpustakaan, informasi, dan dokumentasi.


Dalam kerjasama layanan informasi diterbitkan kartu sakti FKP2T. keuntungan dari pemegang kartu sakti adalah terbebas dari biaya kunjungan ke perpustakaan anggota, dapat menggunakan fasilitas perpustakaan yang ada (baca di tempat dan fotocopy). Setiap perpustakaan anggota FKP2T menyediakan akrtu tersebut, jadi setiap mahasiswa yang berada di masing-masing PTN bisa mendapatkan kartu ini di Perpustakaan PTN masing-masing.

Syarat-syarat :
1. Fotokopi KTM (1 lembar)
2. Pas foto ukuran 2x3 (1 lembar)
3. Biaya administrasi Rp 10.000, kartu ini berlaku 6 bulan dan dapat diperpanjang. Berlaku di perpustakaan anggota FKP2T.


Forum perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia
Terbentuknya organisasi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) bermula dari pemikiran Perpustakaan Nasional RI tentang format pembinaan perpustakaan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang disampaikan pada rapat para Kepala Perpustakaan PTN dan PTS se Jawa pada tanggal 19-30 September 1999. Ide ini kemudian ditindaklanjuti dengan pendirian Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi/FPPTI tanggal 12 Oktober 2000 di Ciawi Bogor. Berdirinya organisasi ini didasarkan pada realita bahwa perpustakaan Perguruan Tinggi belum mampu berperan optimal dalam menunjang Tridharma Perguruan Tinggi, adanya kesenjangan pendidikan tenaga fungsional pustakawan dan dosen, seretnya kerjasama antar perpustakaan Perguruan Tinggi, dan rendahnya pendidikan pengelola perpustakaan Perguruan Tinggi. Oleh karena itu terwujudnya FPPTI ini diharapkan mampu meningkatkan profesi sumber daya manusia perpustakaan, kerjasama antar perpustakaan PT, dan meningkatnya peran perpustakaan PT dalam menunjang Tridharma Perguruan Tinggi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jaringan Informasi Dan Dokumentasi Di Indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar